Cara Mengaktifkan dan Memakai System Restore Point di Windows
System Restore Point memungkinkan Windows kembali ke kondisi sebelumnya bila ada pengaturan atau instalasi yang membuat komputer bermasalah. Fitur ini berguna sebagai jaring pengaman.
Pastikan dulu fiturnya aktif, lalu buat titik pemulihan sebelum melakukan perubahan besar.
Ringkasan Singkat
- Buka Control Panel lalu pilih Create a restore point.
- Aktifkan proteksi untuk drive C: dan atur batas pemakaian ruang.
- Klik Create, beri nama, dan gunakan System Restore untuk memulihkan.
Tonton Videonya
Kalau lebih nyaman mengikuti langsung, tonton video berdurasi sekitar 9 menit di bawah ini.
Link video: https://www.youtube.com/watch?v=gBZVUWrRsWA
Mengaktifkan Proteksi
- Cari Create a restore point di menu Start atau Control Panel.
- Di tab System Protection, pilih drive C: lalu klik Configure.
- Pilih Turn on system protection.
- Atur Max Usage. Di contoh video, 7% dari drive sekitar 8,3 GB.
- Klik Apply lalu OK.
Ruang yang kamu tetapkan dicadangkan untuk restore point, jadi tidak bisa dipakai untuk file lain. Sesuaikan dengan kapasitas drive.
Membuat Restore Point
- Di jendela yang sama, klik Create.
- Beri nama yang jelas, misalnya "sebelum install driver".
- Klik Create dan tunggu hingga selesai.
Memulihkan Sistem
- Pada tab System Protection, klik System Restore.
- Klik Next, pilih restore point yang diinginkan.
- Ikuti petunjuk hingga komputer restart dan pulih.
Restore point mengembalikan pengaturan sistem dan aplikasi, bukan menggantikan cadangan file pribadi. Tetap simpan backup terpisah.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah file pribadi hilang saat restore?
Umumnya dokumen pribadi tidak dihapus, tetapi program yang dipasang setelah titik tersebut bisa hilang. Tetap buat backup.
Seberapa sering membuat restore point?
Buat sebelum menginstal driver, program besar, atau mengubah pengaturan sistem.
Penutup
Aktifkan proteksi dan buat restore point sebelum perubahan besar, sehingga ada jalan kembali bila sesuatu salah.
Masih ada yang bingung? Tulis di kolom komentar, di artikel ini atau di video YouTube-nya. Tutorial lain ada di channel Bertutorial.

Komentar
Posting Komentar