Tutorial teknologi, aplikasi, template, dan catatan pelajaran.

Rumus Excel SYD, SLN, PV, dan PMT: Penyusutan dan Angsuran dengan Contoh

BC
Akhmad Raja Shaufi
19 Oktober 2026
Rumus Excel SYD, SLN, PV, dan PMT: Penyusutan dan Angsuran dengan Contoh
Fungsi finansial SYD SLN PV PMT di Excel

Excel punya fungsi finansial yang memudahkan perhitungan penyusutan aset dan angsuran pinjaman. Empat yang sering muncul di kuliah akuntansi, ekonomi, atau pekerjaan keuangan adalah SYD, SLN, PV, dan PMT.

Berikut fungsi masing-masing, rumusnya, dan contoh angka. Contoh SYD diambil dari video, dan angka lain saya hitung ulang agar terverifikasi.

Ringkasan Singkat

  • SYD: penyusutan jumlah angka tahun (hasil berbeda tiap tahun).
  • SLN: penyusutan garis lurus (nilai tetap tiap tahun).
  • PV: nilai sekarang dari investasi atau pinjaman; PMT: angsuran tetap per periode.

Tonton Videonya

Kalau lebih nyaman mengikuti langsung, tonton video berdurasi sekitar 11 menit di bawah ini.

Link video: https://www.youtube.com/watch?v=l7wo7Qcqrps

SYD: Penyusutan Menurun

SYD menghitung penyusutan aset per tahun dengan metode jumlah angka tahun. Penyusutan terbesar ada di tahun pertama dan mengecil setiap tahun.

  • Rumus: =SYD(biaya; sisa; umur; periode) (pemisah bisa titik koma atau koma, tergantung pengaturan komputer).
  • Contoh video: harga alat Rp10.000.000, umur ekonomis 4 tahun, nilai sisa (residu) Rp500.000.
  • Hasil penyusutan: tahun 1 Rp3.800.000, tahun 2 Rp2.850.000, tahun 3 Rp1.900.000, tahun 4 Rp950.000.
  • Jumlah seluruh penyusutan = Rp9.500.000, yaitu harga dikurangi nilai sisa.

Untuk tahun ke-2, isi argumen periode dengan 2, dan seterusnya.

SLN: Penyusutan Garis Lurus

SLN menghasilkan penyusutan yang sama setiap tahun.

  • Rumus: =SLN(biaya; sisa; umur).
  • Dengan data contoh yang sama (10 juta, sisa 500 ribu, 4 tahun): (10.000.000 - 500.000) / 4 = Rp2.375.000 per tahun.

Perbedaan dengan SYD: SLN rata, SYD menurun. Pilih sesuai kebijakan akuntansi yang dipakai.

PV: Nilai Sekarang

PV menghitung nilai sekarang (present value), yaitu berapa yang perlu ditaruh di awal agar sesuai tujuan di masa depan.

  • Rumus: =PV(rate; nper; pmt; fv).
  • Contoh video: bunga 10 persen, 5 periode, setoran (PMT) Rp2.000.000 per periode, nilai masa depan Rp15.000.000. Di rumus, FV ditulis negatif.
  • Hasil perhitungan ulang: sekitar Rp1.732.246 (di video tampil Rp1.732 ribu).

Tanda positif atau negatif di Excel menunjukkan arah uang (keluar atau masuk). Kalau hasilnya berlawanan dari yang diharapkan, cek tanda angkanya.

PMT: Angsuran Tetap

PMT menghitung angsuran tetap per periode untuk pinjaman dengan bunga tetap.

  • Rumus: =PMT(rate; nper; pv).
  • Contoh: pinjaman Rp5.000.000, bunga 10 persen, 3 periode. Hasil sekitar Rp2.010.574 per periode.
  • Periode 1: bunga Rp500.000, sehingga angsuran pokok sekitar Rp1.510.574. Saldo akhir periode ke-3 menjadi nol.
Tips: buat tabel amortisasi (saldo awal, bunga, angsuran, saldo akhir) untuk memeriksa hasil fungsi. Bila saldo akhir tidak nol, cek ulang argumen dan tanda.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa beda SYD dan SLN?

SYD menyusutkan lebih besar di awal dan mengecil; SLN menyusutkan nilai yang sama tiap tahun.

Kenapa hasil PV atau PMT negatif?

Excel memakai konvensi arus kas: uang keluar bernilai negatif. Ubah tanda argumen bila perlu.

Baca Juga

Penutup

SYD dan SLN untuk penyusutan, PV dan PMT untuk nilai sekarang dan angsuran. Cocokkan metode dengan kebutuhan laporan, dan selalu periksa hasil dengan tabel.

Masih ada yang bingung? Tulis di kolom komentar, di artikel ini atau di video YouTube-nya. Tutorial lain ada di channel Bertutorial.

Iklan
Iklan

Komentar